Arsip untuk Mei, 2007

kambing dan domba

Domba dan kambing, meskipun sama-sama small ruminants namun memiliki perbedaan yang mencolok. yah, jika diusut mulai dari asal-usulnya saja, domba dan kambing berbeda. Domba, dalam lingkungan kelompok merupakan binatang yang sangat senang berkelompok. berbeda dengan kambing, yang konon berasal dari daerah pegunungan. Kambing itu makhluk soliter, namun begitu kepintarannya jangan dipandang sebelah mata. dan dengan demikian, domba merupakan hewan yang kurang cerdas dong?

Mungkin bisa dibilang begitu. Konon, istilah leadership berasal dari kata leader yang berarti “memimpin” dan sheep yang berarti “domba”. ada suatu pendapat bahwa kegiatan memimpin domba ini merupakan kegiatan yang paling merepotkan, karena domba yang berkerumun sulitnya lebih daripada memimpin satu garnisun. memimpin domba yang bisa dibilang menggembala domba inilah yang kemudian bagi para ahli teologi dipandang sebagai sebagian langkah dari prophechy.

Yah, setidaknya itu intermezo saja. btw, saya akan sedikit mengulas mengapa saya bilang domba dan kambing itu beda? oke, kita mulai inspectionya. dilihat dari bentuk ekor, domba hampir sama dengan hewan lainnya, ekor menggantung ke bawah. sedangkan kambing ekornya tegak ke atas dan pendek. Sebenarnya dari ciri ekor ini, domba dapat dengan mudah diamati kapan dia stress, kapan dia birahi, dan kapan dia sakit. soalnya kalau sedang birahi, ekor akan tegang mengangkat ke atas, dan apabila sakit ekor terkadang diantara kedua paha. tentu saja bagi kambing, birahi maupun tidak ekornya tetap ke atas.

domba memiliki rambut tebal yang bernama wool. dari fungsinya saja, wool ini digunakan domba untuk melindungi tubuhnya dari rasa dingin iklim subtropis. maka bisa dipastikan, bahwa nenek moyang domba setidaknya berasal dari benua atau daerah yang beriklim subtropis. kadangkala kita bingung, mengapa ada domba garut di indonesia ini? suatu teori yang belum diketemukan hingga sekarang, terasa sebagai missing link tentang kebenaran apakah domba juga berasal dari daerah tropis? bila dikaitkan dengan fungsi dari wool sendiri, maka akanlah tidak berguna jika wool tetap tumbuh di iklim tropis. bagaimana tidak? ibarat memakai baju yang terbuat dari wool, wool pastinya panas bila dipakai di iklim seperti ini.

Bagaimana dengan kambing? tentu saja wool tidak diperlukan bagi dia. konon, dan sampai sekarang setidaknya diketahui bahwa kambing memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Hal ini tentu saja memudahkan saat domestikasi, dimana peternak tidak kesulitan untuk membiasakan kambing di suatu daerah. kadang kala karena kemampuan adaptasinya yang tinggi pula, kambing mempunyai kebiasaan lamanya yang kadang timbul meskipun telah dibiasakan untuk berlaku sebaliknya. kebiasaan untuk memanjat ke tempat yang lebih tinggi, misalnya, tidak akan pernah hilang. dan tentu saja, bila peternak yang cerdas maka kebiasaan ini bisa dijadikan sebagai suatu olahraga tersendiri bagi kambing.

cara makan domba adalah grazing (merumput), berbeda dengan kambing yang senang meranggas (memakan ramban, browse, leguminosa, dan tetanaman yang agak lebih tinggi darinya). grazing domba adalah 2 kali panjang tubuhnya dan pola grazingnya. sedangkan kambing, meskipun disediakan pakan di tempat pakan namun kebiasaan meranggasnya tetap ada (ini mungkin sebagai efek dari tingkat adaptasi yang tinggi). oleh karena itu, kadangkala perlakuan pemberian pakan yang agak lebih tinggi atau seukuran dengan leher kambing diterapkan agar kambing tersebut nyaman. meskipun demikian, tidak semua peternak menerapkan sistem ini.

Kambing, pada saat birahi/kawin juga pada pejantannya memiliki kelenjar yang menghasilkan bau yang kadangkala kita bilang ini merupakan bau khas kambing. weleh…. yah bagaimanapun kambing memang demikian kan? sebenarnya, baik hewan small ruminants maupun large ruminants memiliki kemampuan untuk menghasilkan gas feromon bagi sang betinanya. gas ini berfungsi menarik pejantan untuk kawin. konon, gas ini mampu meningkatkan libido pejantan, sehingga pejantan yang menciumnya akan tergoda…. hmm, apakah tingkah laku seperti ini juga dialami oleh manusia? (just kidding). bagaimana dengan domba? pengetahuan saya masih belum sampai sana. masih butuh beberapa pengamatan lagi.

masalah tanduk, oke ada perbedaan disini. tanduk domba cenderung melingkar ke arah belakang (ke dekat tubuh) dan kadangkala ke arah dalam. sebenarnya tanduk domba ini bila dilihat berbahaya sekali, karena sebagian bangsa domba ada yang tumbuhnya tebal sampai-sampai mendekati dagingnya. tentu saja, penanganan tanduk ini perlu dilakukan, karena bila dibiarkan lebih lanjut akan membahayakan keselamatan si domba. bagaimana dengan kambing? tanduk kambing lebih mengarah ke atas dan melingkar kearah depan. bagi bangsa kambing yang masih galur murni, maka akan tampak bahwa tanduknya besar-besar sebagai pertanda suatu adaptasi mempertahankan diri yang tinggi.

nah, dari sekelumit penjelasan tersebut, ada gambaran kan? yah, kadangkala kita sering menyamakan domba dengan kambing. sekarang kita setidaknya mengetahui perbedaan. meskipun demikian, mereka hampir memiliki kesamaan dalam hal fisiologisnya. karena itu kadangkala dalam penelitian ukuran keduanya dianggap sepadan. oke, segitu saja dari saya. semoga ada manfaatnya.mohon maaf bila ada kekurangannya.

bawor

es dawet

ahehehe, tek tek tek tek…. kalo musim panas gini lebih enaknya minum apa yah? ujar bang bakrie.
terus kata mas Bagyo asal banjarnegara bilang, “Lha lebih enak kalo minum es dawet aja”.

bang bakrie keheranan, “es dawet itu apa sih, mas?”

ow, ternyata bang bakrie ga tau es dawet itu apa. terus mas Bagyo ngejelasin, “es dawet itu minuman asal banjarnegara mas. dalemannya dikasih gula jawa, cincau kas jawa yg warnanya hijau, kadang cincau yg itam juga dikasih terus dikasih santan, dikasih es… jadi deh ^^”

“es campur yah mas? kalo itu sih saya juga tau, mas…”, ujar bang bakrie sok tau.

“oalah yang ini beda, mas bakrie”, sanggah mas Bagyo dengan mantap, “es dawet itu udah punya arti sendiri di dalam kehidupan wong cilik terutama di daerah banjarnegara”.

“lha kok bisa, mas bagyo?”, ujar bang bakrie keheranan, “terus apanya yang beda?”

“begini…. mas eh enaknya panggil bang apa mas? yo wis, panggil mas aja yah, lebih enak ^^ iya begini mas, mas suka cerita pewayangan ngga? suka yah? nah kan di cerita pewayangan ada tokoh punakawan kan? yang itu tuh, ada Semar, Gareng, Petruk, Bagong atau kalo di banyumasan disebut Bawor…”

“Oh iya saya tahu itu, kalo di sunda petruk disebut dawala kan?”, potong bang bakrie.

“iya benar! benar itu. nah, coba mas tengok… di tentengannya orang jualan es dawet, terutama yg asli banjarnegara…. ada ukiran apa coba?”

bang bakrie berpikir dulu. agak lama kemudian lewatlah yang jualan es dawet. orangnya menenteng dengan 2 sisi yg seimbang, di cet hijau dan ada ukiran wayangnya di atas.

“ah o iya, tuh dia, itu kalo ga salah…. Semar… dan satu lagi…. bagong yah?”, ujar bang Bakrie bersemangat.

“iya benar! itu semar dan satunya lagi bagong. lha, bang kok tahu itu ^^”

“iya jelas…. saya kan wayang mania ^^ ngomong2x kenapa dengan wayang 2x itu?”, ujar bang Bakrie agak narsis dikit.

“Nah, bang… apa yang abang ketahui tentang semar?”

“Semar? yang disebut ki semar yah? di cerita pewayangan india, bukannya semar itu dewa penuntun manusia?”

“gilee bener nih abang, senang cerita pewayangan india juga yah?”, ujar mas Bagyo.

Bakrie cengengesan, “ah ngga, saya suka dengan pemerannya aja”.

“Wee… seketek – ketek loek!! btw, karena kita di indonesia, dan pewayangan kita udah rada beda dengan jalur cerita pewayangan india, jadi Semar itu adalah Ki Semar. Menurut orang Jawa, Ki Semar adalah sosok yang bijaksana, sang pamomong, dan merakyat”

“oh begitu….”, ujar mas Bagyo sambil angguk – angguk kecap.

“Nah, sekalian aja yah. terus Bagong adalah sosok ragil, kalau di masyarakat jawa adalah sosok yang terkenal merakyat. Sedangkan tokoh Bawor hanya ada di pewayangan Banyumasan, sebagai anak ki Semar yang paling tua. Bagong dan Bawor itu orangnya sama saja, seenaknya saja. Orang banyumas menganggap Bawor itu orangnya suka blak-blakan, terkenal polos, cocok dengan kehidupan masyarakat kecil. Itu sebabnya, sosok punakawan melambangkan bahwa es dawet itu minuman rakyat jelata.”

Bang Bakrie gantian menganga sambil bilang “O….o…O…. begitu toh, ceritanya.”

“Nah, tahu kan mengapa es dawet itu spesial? jadinya kita kan tau, maksud orang tua jaman dulu sperti apa. nah, dengan es dawet inilah, konon orang tua kita dulu merasakan adanya persatuan deh, jadi rakyat jelata”

“ah iya, ternyata budaya kuliner nasional kita memang punya makna yang dalam yah ^^ semoga saja bisa dilestarikan oleh generasi penerus bangsanya”, ujar Bang Bakrie semangat.

“Jangan hanya disimpan saja, tapi usahakan jadi kacang yang tidak lupa dengan kulitnya ^^”

Any questions, sir?

kalo orang barat biasana mengakhiri sebuah diskusi dengan kata, any questions, sir?

beda dengan orang kita, biasanya tanpa ditawari pun bakal ada pertanyaan….. kenapa ga ada penanyanya?

hehehe, masalah ini lucu banget, karena tanpa disadari kita “dikritik secara halus” dengan adanya ungkapan diatas.

sebenarnya masalahnya sepele, “mesti kudu dilatih”. yg berani ngungkapin sesuatu itu pastilah banyak berusaha, bener ga?

tapi lucunya lagi, kadang kalo kebablasan malah diskusinya ga nyampe tapi ampe2x jadi debat kusir deh hehee, ternyata belajar bicara juga mesti dilengkapin dengan cara pengungkapan juga yah ^^

wa pernah denger dari orang yg berpengalaman, banyak sekali diskusi dijalankan tapi yg sistematis n runtut itu sedikit. sistematis dalam hal penyampaian tentunya. itu karena situasi yg tidak terkendalikan oleh pihak yg terlibat dalam diskusi sehingga menjadikan diskusi biasanya tidak berbekas deh (diskusi selesai pun bubar babar blas wes ewes ewes ^^)

jadi musti gimana?

katanya sih, persiapannya hanya sebuah notepad, cukup tulis sesuai alur untuk runtutannya….

misalnya gini, diskusi lebih enak secara generalisasi bisa secara umum – khusus itu lebih bagus, khusus – umum juga bagus. tulis yg mengalir : semisal kita mau bahas tentang pohon, berarti runtut yah? hehehe

pembahasan untuk diskusi jangan ampe melebar, katanya kalo melebar waktu juga ga cukup kan sayang2x amat. dikit pun gapapa asal nyantol intinya, jadi yg terpenting : inti deh ^^

kalo tiba2x ditunjuk jadi moderator maka harus bijaksana bagi2x waktu oke? tapi yg terpenting juga adalah mengarahkan diskusi agar tidak pindah jalur.

nah intinya juga, diskusikan yg bisa didiskusikan. kadang kita pengennya diskusi yg aneh2x, itu ga perlu dan buang2x waktu. diskusikan yg benar2x kita emang perlu untuk didiskusikan dalam forum itu.

jadi coba deh belajar dari pengalaman, semakin kita banyak diskusi semakin kita terbuka lebar pandangan kita. jangan cari forum diskusi yg tidak perlu, akan ada banyak yg sia-sia n yg pastina bukan diskusi didalamnya tetapi akan ke arah debat kusir hehehe.

so, mari open your mind, open your eyes, open your mouth, and say “based on my argue….” ^^

semangat2!

Hello world!

sekai sekai!!!

banzaai akhirnya wa kembali dari pertapaan lama di gunung !!!!!


rodi rodi

Mei 2007
M S S R K J S
    Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Dengan bangga menjatakan bahwa Shinobi adalah:

haruhiism

another artwork:

my photobucket