cinta menanti
pada teguran hati
dalam hitungan kali
kini kembali
menyesal sekali
romanturgi cinta II, kala cinta berpola
shinobi hari ini adalah shinobi hari kemarin yang telah menjadi shinobi yang akan datang
cinta menanti
pada teguran hati
dalam hitungan kali
kini kembali
menyesal sekali
romanturgi cinta II, kala cinta berpola
rengkuh cinta
cinta bersemi
sulut api
sekam berapi
asa menanti
cinta dinanti
meredam api
renyuh hati
kira-kira baru 2 minggu belajar karate. gara-gara terlalu semangat saya berambisi untuk bisa dalam setiap kumite. kebetulan lawan tandem saya adalah seorang tipikal fighter sejati, dan saya kira bila ditempa dengan baik maka kelak akan menjadi fighter yang hebat!
hari demi hari, berlalu. sepertinya saya sudah sreg dengan karate! ketika itu, tadi malam saya membaca buku wawancara dengan shihan renshi achmad ali (dan 7 IKGA (International Karate-do Gojukai Association)). saya lahap sampai habis. dan menarik! disana saya baru tahu, bahwa dasar belajar karate adalah dimulai dari kihon (teknik dasar) nya dulu! menurut beliau, “bila kihonnya saja tidak benar, maka sikapnya pun tidak benar” dengan demikian karatenya pun tidak benar juga.
dari wawancaranya tersebut, beliau sangat menyayangkan apabila sudah ada yang memegang sabuk hita namun kihonnya saja masih kacau, misal ketika mawashi geri, mae geri, gyaku tsuki atau teknik lainnya tidak mencerminkan kihon yang benar. karena bagaimanapun, sebelum seseorang lebih lanjut mempelajari kata, belajar kumite, jiyu kumite, dsb mesti
menguasai kihon yang sebenarnya.
sebenarnya tidak salah pandangan Shihan Achmad Ali, karena di bawah instruksinya, tim indonesia (karate do gojukai) berhasil menyandang gelar
juara dalam kata beregunya (dalam event internasional tentunya).
oke deh. berarti saya mesti belajar kihon yang benar seperti apa! hosh… lalu
bagaimana dengan kumite?
kumite seharusnya merupakan aplikasi dari gerakan-gerakan yang ada. namun, sekarang ini, dan ada ahli karate mengatakan bahwa, sekarang ini kumite merupakan “pemiskinan teknik” dari karate-do itu sendiri. yah… benar juga sih, karena rata-rata di dalam kumite, hanya gyaku tsuki maupun mae geri saja yang digunakan. sedangkan mawashi geri pun jarang, apalagi teknik yang lain? hingga konon ada seorang master karate mengatakan, “kumite lebih baik diganti namanya menjadi ‘pertandingan teknik gyaku tsuki dan mae geri’ saja” (ahaha… sepertinya sindiran ini memang cocok n tepat yach n_n)
jadi, sebelum kumite… kihonnya dulu! ok? ^ ^
disapa ama Bounty Hunter