kira-kira baru 2 minggu belajar karate. gara-gara terlalu semangat saya berambisi untuk bisa dalam setiap kumite. kebetulan lawan tandem saya adalah seorang tipikal fighter sejati, dan saya kira bila ditempa dengan baik maka kelak akan menjadi fighter yang hebat!
hari demi hari, berlalu. sepertinya saya sudah sreg dengan karate! ketika itu, tadi malam saya membaca buku wawancara dengan shihan renshi achmad ali (dan 7 IKGA (International Karate-do Gojukai Association)). saya lahap sampai habis. dan menarik! disana saya baru tahu, bahwa dasar belajar karate adalah dimulai dari kihon (teknik dasar) nya dulu! menurut beliau, “bila kihonnya saja tidak benar, maka sikapnya pun tidak benar” dengan demikian karatenya pun tidak benar juga.
dari wawancaranya tersebut, beliau sangat menyayangkan apabila sudah ada yang memegang sabuk hita namun kihonnya saja masih kacau, misal ketika mawashi geri, mae geri, gyaku tsuki atau teknik lainnya tidak mencerminkan kihon yang benar. karena bagaimanapun, sebelum seseorang lebih lanjut mempelajari kata, belajar kumite, jiyu kumite, dsb mesti
menguasai kihon yang sebenarnya.
sebenarnya tidak salah pandangan Shihan Achmad Ali, karena di bawah instruksinya, tim indonesia (karate do gojukai) berhasil menyandang gelar
juara dalam kata beregunya (dalam event internasional tentunya).
oke deh. berarti saya mesti belajar kihon yang benar seperti apa! hosh… lalu
bagaimana dengan kumite?
kumite seharusnya merupakan aplikasi dari gerakan-gerakan yang ada. namun, sekarang ini, dan ada ahli karate mengatakan bahwa, sekarang ini kumite merupakan “pemiskinan teknik” dari karate-do itu sendiri. yah… benar juga sih, karena rata-rata di dalam kumite, hanya gyaku tsuki maupun mae geri saja yang digunakan. sedangkan mawashi geri pun jarang, apalagi teknik yang lain? hingga konon ada seorang master karate mengatakan, “kumite lebih baik diganti namanya menjadi ‘pertandingan teknik gyaku tsuki dan mae geri’ saja” (ahaha… sepertinya sindiran ini memang cocok n tepat yach n_n)
jadi, sebelum kumite… kihonnya dulu! ok? ^ ^


by: joerig

ikut karate yah? karate mana?
yups. karate. kumite tanpa kihon? sama aja dong sama berantem jalanan, hehehe.
Bikin Hakama/Gi/Jo/Bokken
Bu Seiko Mansyur (orang Jap kawin ama orang indo, dulu si Pak Mansyur ini pendiri Aikido di Indo), rumah di manggarai, telp 021 8303618
makacih bos infone…
memang teknik tendangan yang macam2 itu jarang berguna di pertarungan. tetap teknik dasar yang paling efektif
ga ada bahasan yang lain yach?????
wah udah lama nie ga upgrade bout goju…
kabar-kabari dunks klo da pertandingan!!!!
kalo belajar tendangan putar (yushirogeri) boleh gak pake pemberat di kaki
kwkwkkwkwkwkwkwkwkwk!!!!!
@tiyo: kebetulan akan ada pertandingan shiai bulan januari nanti
tapi untuk ryuha gojukai saja
@dedy: pemberat kaki dimana? setahu saya bila ditaruh di pergelangan kaki malah kasihan kakinya! kecuali pemberat kaki ditaruh agak diatas, tidak pada pergelangan kaki. itu berarti melatih otot kaki bagian atas. ^ ^ tapi belajar tendangan lebih baik tanpa pemberat. CMIIW ^ ^
@sandy: wkwkwkwkw juga
memang kumite indonesia bkn dr gojukai..
cuma kata beregu putra (saya,fidelys dan aswar) dan perorangannya (saya) saja dr gojukai..
dan dilatih langsung sama shihan achmad ali di dojo gojukai sulsel
Osh Salam KARATE,,,,,,,,