Arsip untuk Juli, 2007

pamit untuk mati

kasih, hidup kabar baikmu

lantaran padi telah menguning

dan serdadu telah turun gunung

karena esok tiada surat teralamat padamu

yang tersisa, hanya serpihan kaca

dan rotan reot yang berluluran darah

sembari menunggu sesaji

yang terampar lapang di aral reruntuhan

dan aku bertumpu pada daun kenari

dalam degap detak jantung

memandangmu enggan

mencekik kata-kata lantang yang tiada tersorakkan :

ihwal titip pamit untuk mati

pada alamat kasih

di pagi menguning

saigo no… byebye… sakana-chan

there’s always change
when wind’s floating away
whereby the truth would claim the best
for the sake of human appriory
i would take any chance
to give appointment in any order
and beat the tuffness
where she might be sightless
i might be lost, suffered from day-dying
but it can keep both of us, on the top of the best choice

there’s no way to say: sayonara
but i promise, “we’ll come back altogether”
and i’ll prepare you the best dessert
can we taste on the lovely summer
of our welcome party

daripada terserak dalam kerongkongan

memang malam ini terasa asing di telingaku. saat hujan membasahi hampir seperdua jalan menuju jogja. padahal saya hanya mondar mandir saja di gedung cokelat ini, tempat kuliah seperti biasa. hujan memang tidak kenal ampun. sesekalipun tiada waktu bagi saya untuk berlatih membengkakkan amandel saya!!!!

ah sudahlah, bukannya aku tidak mau dianggap sok sopan. karena terlalu banyak saya saya yang muncul dari keakuanku yang hanya sepenggal tarikan nafas saja. dulu saja aku pun hidup mendua, bukan demi apa-apa, bukan pula karena cinta tak terbalaskan. namun karena penyakit mencerna ku yang sudah kambuh lagi, urung usai sampai sekarang. sakit sih, rasanya namun tidak begitu perih. tidak ada dokter yang mau memeriksa pula. katanya, “terlalu menahannya sedari dulu”.

ah batu pualam batu pualam. aku kira kau terbentuk dari kotoran sapi yang sengaja terurai oleh mikroba sebagai proses pembentukan kompos. ternyata aku salah. kau tiada lebih hina dari nyanyian bisu yang aku lantunkan di sendu malam penuh cipratan air hujan ini. kadang termengu melamun meratapi kebodohan yang aku sendiri sulit membiarkannya lepas, karena sudah menjadi satu jiwa seraya tiada mampu kulepaskan kembali. sulit memang, aku sendiri mau berubah dengan berbagai pertimbangan. namun aku bukanlah pemegang stakeholder tunggal. aku tidak mungkin memegang keputusan tunggal akan diriku ini.

ah bebatuan dan pasir yang lembab basah. seakan-akan mengejekku karena ku telah diam lama, sehingga tenggorokanku kembali kumat, sumpek penuh dengan kata-kata yang mengganjal nafasku. padahal sudah kupastikan basi bila aku muntahkan, daripada ku ungkapkan dengan nada menyinggung. ah, nanti aku yang kena semprot, pikirku. sekarang jaman balas dendam. budi baik dibalas apa? selimut? paling juga pasal-pasal itu itu saja yang engkau lampiaskan karena engkau menganggap diriku kuno.

duh bimbangnya diriku! kenapa tidak ku biarkan saja kata-kata ini meluap begitu halusnya? toh aku berani siap menerima, jasad mengapung dalam kolam susu atau dibiarkan mengapung dalam selokan. aku kira sama-sama menjadi jasad yang tidak berdaya, tidak ada bedanya. daripada pulang pergi dokter spesialis hanya untuk masalah amandel ini. garis hidupku sudah tergambar jelas! siapa yang berani melawan takdir?

ah otak-otak komputer. kau pastinya jenius. katakan padaku, kapan kiranya aku mampu berucap? bila begitu apakah dia akan mendengarkan keluh kesah ku? ungkapan penuh rasa kangen ku? atau hanya isapan jempol belaka? benar, aku sangat merindukan saat-saat itu! ketahuilah, aku telah basah. aku tidak mau mundur karena takut diriku terbawa hanyut. aku tidak tahu kapan arus yang jeram tersebut kembali menyambut jasadku ini. kau pun tahu, bila ku bersentuhan dengan mu, gampanglah kiranya ku akhiri diriku. karena aliran listrik akan menamatkan kisah antara kau dan aku.

sudahlah. aku titip pesan saja. untaian kertas yang ku ikat pada setangkai bunga mawar yang aku pilih dari halamanku. aku tidak berharap akan diterima. karena warna merah muda ini mengingatkan ku setahun yang lalu, sebelum warna itu melekat padanya. kau tahu? aku perlu melangkah beberapa ratus langkah panjang untuk menemukannya. aku senang, karena pintaku pada-Nya terkabul, meski hanya sampai setengah hari saja. dia jelas bukan bunga yang tumbuh kemarin sore, lalu siap menyapaku malam ini. dia akan memilih kumbang yang mana akan singgah di pelukannya. meskipun tentu aku tahu kisah akhirnya, kumbang itu bukanlah diriku.

kemarilah. aku ingin berbisik sesuatu padamu. kau tahu, bila kelak dia menemukanku kembali, itu akan lama dan mungkin walaupun kecil kemungkinannya. kala itu, aku telah lunas berhutang padanya. aku sudah tidak lagi membayang-bayangi hidupnya. karena mungkin aku tinggalah nama saja, euforia sesaat. atau aku sudah berpaling darinya. atau mungkin, aku tidaklah sebugar yang dulu, yang mampu berjalan berkilo-kilo jauhnya. namun yakinlah, namanya akan terukir pada nisan yang telah ku buat sebelum itu terjadi. aku akan simpan nisan itu dalam hatiku, biarkanlah menjadi saksi bisu antara kami berdua.

semoga saja ada secercah harapan sehingga dari celah yang sempit ini, cahaya mampu menyinari nisan ini. dan sebelum sesal muncul kemudian, aku akan mengungkapkan apa yang tersumpal sejak lama dengan senyum termanis yang aku hanya bisa berikan sampai mata ini melihatnya untuk terakhir kalinya.

dambaan salah alamat

sepatah kata, terpahat pada patahan kayu

curahan masa lalu, menyiang telinga dan ruang waktu.

seperti dulu pernah berkata ”mesra”,

alegori cinta tak kunjung tiba

pada dambaan salah alamat .

sehentak merumat irama buena ventura

yang beriak pada riuk-riuk langit

seraya berpaling, membelakangi hari

yang kutafsir pasti kan bercabang.

Sambil menunggu meres susu

Habitat asli sapi Holstein di Holland memang beda

dengan kondisi Indonesia. Kondisi disini mencakup :
iklim, fauna dan vegetasi sebagi pensuplai nutrient
(pakan). Dari azbabul nuzulnya, pure Holstein memang
kurang comfort bila dipaksa tinggal dan bermukim di
negeri kita. Kalau dipaksa, tentu bisa bertahan hidup,
karena Holstein memang punya daya adapatasi yg cukup
baik. Tapi bertahan hidup saja tentu tidak cukup.

hmm, coba saja pikirkan lagi:

kalau dipaksa sapi perah Indonesia untuk keluar
20Lt/hari, yang merah kasihan bisa disepak sama
sapinya hehehe.

Memang angka 20Lt/hari hampir menjadi angka
keramat di Indonesia. Di Australia, kalau kurang dari
30Lt sudah jadi empal. Tapi kalau kita melihat
sisi lain, misalnya nilai tambah yang diperoleh oleh
peternak (kecil) dari hasil penjualan pedet untuk
sapi potong mungkin akan berimbang. Mungkin bisa
dilihat lagi cara kalkulasi penggemukan sapi yang
ada di Trubus tahun antah berantah mungkin awal
90-an.

Karena kondisi kelembaban udara yang kurang
menguntungkan, selain itu kualitas pakan juga masih
bersaing dengan manusia.

Untuk di Indonesia, sapi perah biasanya dipelihara
dengan penyediaan pakan yang tidak maksimal.
Penyediaan rumput berkualitas rendah tidak cukup
untuk mensuplai kebutuhan energi untuk hidup pokok.
Setelah kebetuhan hidup pokok terpenuhi maka ternak
baru akan menggunakan suply energinya untuk
meproduksi susu. Jadi ada korelasi yang sangat
signifikan antara pakan dan poduksi susu disamping
dukungan faktor genetik

Dari pengamatan saya terhadap produksi susu sapi
perah di negara bagian Victoria-Australia terutama
saat musim panas di mana suhu udara pada bulan
Desember-February rata-rata rendahnya 25oC, tapi
sering melonjak sampai di atas 30oC bahkan kalau
lagi kumat bisa sampai 45oC (Di Indonesia sulit
mencari tempat dengan suhu 45oC). Tidak nampak
penurunan yang sangat signifikan.

Memang nampaknya kebijakan pemerintah untuk
menyediakan daging dan susu bagi masyarakat belum
benar-benar berpihak pada seluruh rakyat. Sebab
harga daging dan susu yang terus melonjak.

Solusinya?

Max Dowell, ahli genetik sapi perah dari Cornell
pernah diundang dlm international Holstein Seminar di
UNPAD. Beliau menyarankan, the most suitable dairy
cattle
untuk negara tropis seperti Indo adalah dengan
proporsi 75% pure holstein blood dan 25% indigenous
blood.

Kebijakan Dowell ini memang banyak diamini oleh
negara2 tropis di Amerika latin. Hasilnya..? Kapasitas
produksi Holstein silangan ini tentu tidak sebagus
Holstein aslinya, tapi sapi hybreed ini kampiun dalam
mempertahankan diri terhadap sengatan panas dan
kelembaban yg tinggi, tahan terhadap serangan serangga
dan parasit. Lebih2 lagi, mikroba rumen yg hidup
didalamnya juga mampu mencerna vegetasi yang khas
untuk daerah tropis, yg notabene mengandung serat dan
lignin yang tinggi. Ukuran tubuhnya yang lebih
ramping, juga lebih pas utk daerah tropis.

Pertanyaanya?
Mengapa pemerintah harus mengambil kebijakan untuk
selalu import pure Holstein? Di Australia sudah ada
hybreed sapi perah, yg sengaja disiapkan untuk target
pasar negara tropis. Ada Australian friesian Sahiwal,
Australian Milking Zebu, dll. Atau, kenapa tidak coba
breed baru yang lebih kecil dan ramping seperti
Ayrshire?

best regards,

sekelumit komentar tentang cinta

Gini ceritanya, sampe saat ini gw masi bingung, sebenernya seseorang itu uda bisa bilang kalo dia uda cinta ma seseorang kalo kayak gimana si…
Maksudnya, kalo ada kasus ni ya..Ceritanya ada seorang cewek yang punya seorang cowok yang bilang ke cewek itu tadi kalo dia cintaaa mati ma tu cewek, n rela nglakuin apapun bwt cewek itu (hohoho…gombal bgt sih??). Intinya, cowok itu mang bener2 ngaku jatuh cinta berat ama tuh cewek. Sedangkan si cewek sendiri masih bingung nentuin perasaannya. Memang dia juga lumayan simpatik ama cowok itu, soalnya yah..siapa si yang ga suka dapet perhatian dan dicintai oleh seseorang. Karna itu dari hari ke hari si cewek ngerasa kayaknya dia makin suka ama cowok itu. Tapi, disisi lain, cewek itu juga kenal ama seorang cowok yang enaaaak bgt kalo diajak cerita. Pokoknya, diajak cerita apapun nyambung lah. Selain itu, cowok yang enak diajak ngomong ini juga pengertian bgt kalo diajak curhat, bisa menenangkan hati si cewek kalo lagi ‘meledak-ledak’. Cumaaan sayangnya, si cowok ini ga pernah sama sekali bilang ke si cewek itu kalo-kalo dia punya perasaan khusus ama cewek itu. Jadi, walopun agak sedikit kecewa, cewek tadi nganggep mungkin emang cowok itu cuma nganggep dia sbgai sahabat. Ujung-ujungnya…cewek tadi mikir sebenernya arti cinta tu apa ya?? Apa kalo si cewek suka dengan segala perhatian dan keterusterangan dari si cowok yang cinta mati tadi, bisa dikatakan cinta? Ato kalo si cewek suka dengan sifat cowok yang satu lagi, yang enak kalo bwt diajak cerita, yang bisa bwt si cewek ngrasa nyaman, itu baru bisa dibilang cinta?Hohoho…pusing yah??Tapi ini real case lohh…N waktu ditanya ttg masalah ini, gw cuman bisa senyum-senyum…trus bilang, mendingan tuh cowok digabung jadi satu aja. Kan klop, udah enak bwt curhat, cinta mati ma kita lagi…Stuju kan…???!

komentar saya :
kalau menurut yus, yang mesti belajar itu semua pihak heheehee. tetapi kalo dilihat memang yang mesti belajar ya yang cowok tipe ke-2 itu. entah kenapa, di cerita film tersebut tergambarkan bahwa wanita memang membutuhkan seorang yang rela berkorban, dibandingkan dengan orang yang hanya berada di balik layar. meskipun tipe ke-2 ini kelihatannya banyak jasanya, toh tidak mengungkapkan perasaan yang sebenarnya, dan tidak mampu berkorban demi “dia” mencerminkan ketidakdewasaan orang tersebut hehehe. yah bila ceweknya kecewa yah wajar saja. kecuali, cewek tersebut mampu memahami sifat orang tipe 2 ini, pastinya mudah menebak, meskipun dia pintar berkelit dengan kata-kata.

eit, jangan salah loh! orang seperti ini diam-diam perhatiannya bisa lebih dari orang yang biasa saja hehehe, contohnya di film itu karena rela menolong si cewek yang buta, cowok ini rela mendonor matanya meskipun (ceritanya terlalu dibesarkan sih ^^) akhirnya cowok ini meninggal akibat kecelakaan. atau malah kalau ada apa-apa cowok ini bisa jadi lebih supel dibanding yang lain deh :) —> tapi ini cuman cerita film kok, jarang terjadi di dunia asli ^ ^

but tenang aja, buat si cewek itu yang penting dia milih sesuai hatinya aja deh. buat apa pusing-pusing? iya ngga? jadi ngga jadi kan hanya masalah jodoh, bisa jadi seperti cerita itu malah si cewek ketemu orang lain yang mungkin lucky bisa mendapatkannya?

arti cinta itu bisa macam-macam. kalau di kisah samurai, cinta dengan kesetiaan lebih mahal harga kesetiaan dibanding cinta. oleh karena itu, mereka rela mati karena loyalitas dibandingkan mati karena cinta. begitulah semangat seorang bushi (prajurit), harga mati yang tiada tertawar harganya. beda lagi kalau cerita hamlet, romeo & juliet,atau mungkin cerita kisah Geisha yang lebih mengarahkan cinta ke arah sudut pandang “pelacur”. semua punya arti sendiri-sendiri tentang cinta.

bahkan ada kepikiran begini, apakah cinta dengan nafsu itu sama? lalu apakah kita itu cinta karena nafsu? berarti ada nafsu dulu baru cinta? atau cinta baru nafsu? atau adakah cinta tanpa nafsu? atau adakah nafsu tanpa cinta? meski maknanya berbeda bisakah cinta dan nafsu melebur menjadi satu? kenapa ada istilah cinta tidak ada logika? apakah cinta butuh logika?

hehehe. mungkin karena manusia ngga punya hormon feromon sih, jadi ngga tau tingkah lakunya si wanita tersebut hehehe :D

becanda, mungkin saja karena sang pria memang belum siap? kata teman yus sih katanya (katanya loh) laki-laki itu dalam masalah seperti itu main logika, sedangkan wanita lebih cenderung main perasaan. toh itulah jeleknya lelaki, bila sudah menyentuh perasaan wanita maka siapa sih wanita tidak akan tergoda?

tetapi mungkin berpikir positif aja teh, karena bisa jadi memang belum saatnya demikian, seperti lagunya om chrisye (alm), “belum saatnya begitu begini”.

oh ya tambah saja, ide segarnya dr teman juga. katanya sih mau bagi saran aduh ^ ^

kalau memang si cewek itu sudah nentuin pilihan, maka yang tidak terpilih dianggap sebagai teman toh tidak masalah. bagaimanapun, sedari dulu memang tidak ada apa-apanya, bukan? lagipula berteman toh apa susahnya sih. tetapi memang butuh kesiapan bagi pihak yang terkait. kecuali si tokoh-tokoh yang diceritakan itu masih kanak-kanak, kalau memang sudah dewasa kan pastinya sadar dengan sendirinya. memangnya cerita indonesia, dikit-dikit iri hati, dikit-dikit jutek, dikit-dikit “menghilang ke negeri entah berantah” atau dikit-dikit sakit hati hehehe. kalau seperti itu semua, yah bisa dibayangkan bagaimana bangsa ini bisa maju kalau hanya berhenti sampai sini aja, muter-muter yang dimasalahin cuman itu-itu saja, tidak melihat jauh ke depannya bagaimana? pegel deh melayani orang yang seperti itu. mending memikirkan bagaimana caranya agar harga minyak goreng tidak naik lagi, atau semua orang berhak mendapatkan beras yang bermutu tidak seperti sekarang, yang miskin diberi raskin yang jelas-jelas tidak begitu terasa gizinya. bukankah orang calon diploma dan sarjana seperti sekarang harus berpikir ke arah sana? masalah cinta hanyalah secuil masalah yang tidak akan ada habisnya dibahas, meskipun jelas aturannya dalam norma agama namun toh tetap saja tidak habis perkaranya. itulah manusia, yang selalu mempermasalahkan masalah yang sebenarnya bukan masalah, mempersulit yang sebenarnya tidaklah terlalu sulit, merasa maha cukup dan maha tahu padahal pengetahuannya tiada lain hanyalah setetes air dalam samudera yang luasnya 2/3 dunia padahal dari sok tahunya manusia justru menimbulkan permasalahan yang tarik ulur tak kunjung berhenti.

ahahaha itu advice aja. kembali ke akal jernih saja :) semoga ini tips berguna bagi kita semua. intinya, apapun itu keluarga adalah keluarga, saudara adalah saudara, sahabat adalah sahabat, teman adalah teman, kekasih adalah kekasih. <— inti dari teman wa hehehe :P

semangat!!! ^ ^

behind the scene

Halaman Berikutnya »


rodi rodi

Juli 2007
M S S R K J S
« Jun   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Dengan bangga menjatakan bahwa Shinobi adalah:

haruhiism

another artwork:

my photobucket