maki dirimu, dua tiga kali, hingga serak parau

maki dirimu, dua tiga kali, hingga serak parau
karena dunia bukanlah semak belukar, yang mudah terbakar sewaktu-waktu
tatkala kering kerontang, berbalut telaga dahaga:
tercekik suara~ nyaris semu meronta

aku tiada timpal prasangka, karena duga yang menganga
layaknya luka sayatan, pada sendi yang terbujur kaku:
lengan terikat, mulut dibalut, mengekang ungkapan bualan rindu
yang engkau dendangkan, memecah keringat asa

biarlah sesal yang berhitung waktu, jangan engkau!
karena sempal yang mengganjal hanya membuat gusar tersungkur

8 Tanggapan ke “maki dirimu, dua tiga kali, hingga serak parau”


  1. 1 Kurt Oktober, 24, 2007 pukul 5:08 pm

    kalau saya amati, semakin tidak paham sebuah ungkapan sastra, maka semakin bagus… contohnya di koran² kalaua da puisi di situ, kebanyakan g ngerti … kenapa sih gak ngerti kok dikatakan baguss… duuh wong ndeso iki kepengen tahu loh…

  2. 2 Kurt Oktober, 24, 2007 pukul 5:11 pm

    artinya, karrena aku g mengerti ungkapan sastramu, jadi dianggap tulisan postingan ini good good good… heheh :)

  3. 3 Aday Oktober, 25, 2007 pukul 12:21 pm

    Hahaha,,,
    saya sama dgn yg diatas ini deh^^^^

  4. 4 benbego Oktober, 28, 2007 pukul 1:55 pm

    iya juga… kadang kala malah sok ngerti, padahal mah??? :D

  5. 5 kenshusei Oktober, 28, 2007 pukul 2:22 pm

    ayo ke jepang :D

    sastra—selalu bikin aku ngantuk sebelum selesai baca halaman pertama… :D

  6. 6 qzink666 Oktober, 30, 2007 pukul 5:04 am

    karena sempal yang mengganjal
    hanya membuat gusar tersungkur

    bait yg ini nendang abiss.. :P

  7. 7 shinobi Desember, 5, 2007 pukul 3:37 pm

    heheh makasih atas komen dan sarannya :)
    maaf jarang buka ^ ^

  8. 8 fadespot Desember, 24, 2007 pukul 1:26 pm

    bagus sobat!
    terlalu kelam. saya sulit merasakan.
    namun keindahannya, saya suka.
    anda beri nuansa baru.
    kunjungilah blog saya


Tinggalkan Balasan