menggerutu lewat garukan tanganmu
bersiul menunggu ilham turun dari langit,
kemudian tangan mu memegang gayung ”senjata” penat
beradu syahwat,
lalu bertumpuk aroma keramat,
lalu engkau menukar batu dengan lembaran-lembaran tentamen
hanya untuk melapi lubang pistolmu dari sisa amunisimu yang belepotan itu
yang kau gunakan tuk melumpuhkan rasa sakit pada usus besarmu
hingga terbuang begitu saja, tidak terhitung jumlahnya, dan kini lembaran-lembaran itu tinggal sejarah dan bersaksi:
bahwa ada seseorang mengabadikan pengabdiannya sebagai seorang
pujangga kamar mandi


by: joerig

disapa ama Bounty Hunter