kata is the mother of Karate (means literally ” martial art”) and bunkai is the soul
suatu pemahaman dalam seni beladiri adalah bukan hanya dari bagaimana seharusnya kita belajar kihon, namun lebih lanjut pada aspek-aspek terpenting yaitu dalam pemahaman terhadap kata maupun bunkainya. kata disini adalah rangkuman dari gerakan-gerakan aplikasi yang dibuat secara runtut dalam bentuk yang mendasar dan menjadi rangkaian yang indah. oleh karena itu, kata bukan bersifat abadi, tapi gerakannya adalah bersifat mutlak. adapun dalam pelaksanaannya, itu tergantung bagaimana orang memahami kata yang ada dan dibentuk contoh aplikasi. itulah bunkai.
selama ini banyak atlit karate maupun beladiri lainnya hanya memfokuskan pada pelatihan kata untuk mencari poin ataupun pelatihan bunkai hanya untuk tontonan. hal ini sebenarnya adalah dampak dari pemendekan pemikiran dari pola kehidupan atlit yang hanya memfokuskan pada satu kata: poin. padahal, bisa dilihat berapa banyak orang yang paham tentang bunkai dari suatu kata tersebut? itulah ironisnya, dan fakta membuktikan bahwa dalam kompetisi kata beregu, dimana pada akhirnya akan memperagakan bunkai kata yang dimainkan, tidak terlalu diminati oleh para atlit kita sekarang ini. bahkan coach yang mengaku dirinya adalah seorang “shihan” terang-terangan menolak untuk berkembang dalam hal bunkai tersebut.
perlu diingat bahwa berkembang dalam bunkai bukan hal yang jelek. hal ini malah menjadi bukti bagaimana tingkatan seseorang dalam memahami suatu kata. dan justru inilah yang menarik dalam sebuah kata. satu kata memiliki penafsiran yang berbeda. hal tersebut mengingatkan saya pada sosok mario higaonna, yang menguasai bunkai kata tertentu yang menjadi favoritnya. ada lagi bagaimana gichin funakoshi yang menjadi founder shotokan menguasai kata tertentu beserta bunkainya. hal yang menarik adalah, sosok gichin funakoshi yang tingginya hanya 165 cm tersebut kadangkala banyak disalahtafsirkan oleh para muridnya. kadang, posisi “neko ashi dachi” dianggap mereka sebagai “kokutsu dachi”. inilah yang kerap kali orang merasa bahwa mereka dalam memahami suatu kata belum maksimal, dan untuk bunkainya, mari kita menyoroti sosok mario higaonna yang menguasai jenis bunkai dengan seksama.
ternyata pembelajarannya adalah bagaimana kita bisa berlatih beladiri dengan mampu menguasai sepenuhnya kata dan bunkai. cara menguasai tentu adalah hal yang sangat mudah. kita bisa membuat latihan secara tidak sadar. maksud disini adalah membiarkan bayangan dalam pikiran kita bermain kata dan kita membayangkan bunkai dari kata tersebut. bila tidak memiliki gambaran, kita bisa mencomot dari visual yang kita dapatkan dalam latihan. memang, tidak semua instruktor beladiri paham dalam pelatihan ini. mau tidak mau, lakukan gerakan suatu kata tertentu secara berulang-ulang, lalu lakukan pembenaran terhadap gerakan tersebut. orang yang lebih menguasai suatu kata tertentu lebih baik dibandingkan orang yang menguasai beberapa kata namun tidak mengaplikasikannya bahkan dengan kihon yang buruk.
lalu bagaimana dengan kelanjutannya? mintalah instruktor yang paham dan peduli dengan kemampuan anda. bila dia hanya sebatas tahu, maka carilah yang mengetahui dan menguasai betul. tidak akan sulit bila anda berkemauan. dan anda akan menemukan makna dibalik pelajaran beladiri tersebut.
keep spirit


by: joerig

disapa ama Bounty Hunter