Arsip untuk Kategori 'emotiCONE'

sepenggal kisah cinta elang dan ilalang

kepulan asap di siang hari, bagaikan barikade, sungguh indah bila dilukiskan

serasa menghalangi suara gemuruh angin yang menyapu barisan ilalang

menorehkan rasa pada hati yang paling dalam pada diriku,

yang tengah bimbang pada dua keputusan: rasa rindu yang terlanjur kemelut buta,

ataukah cinta nan kian membuatku tergagap?

kucoba lukiskan senyumnya, dengan kuas angin seadanya, dan tinta dari bayang-bayang samarnya

andai bisa kuyakini hati ini, sungguh menyenangkan melihat dirinya

hingga timbul dalam benakku pertanyaan apakah dirinya adalah ilalang yang tumbuh dihatiku?

aku ini elang, aku terbang begitu kencang

tiada kutahu apakah engkau masih menantiku di bawah sana,

atau aku selamanya menjadi elang pemangsa yang kesepian?

akhirnya, kusadari benar….

kau tetaplah ilalang, aku tetaplah elang

Oh Tuhan, apakah kita tidak digariskan tuk hidup bersama?

mantra

aku adalah angin dikeheningan malam

tiada jiwa menyadarinya

namun, kala dinginku kian menjelma

semua kan menjadi beku dan membatu

get a little messy about debate’s rule in Indonesia

G’day (G’Die) mate ^ ^ my australs fans lover or any debating system toward our beloved country, Indonesia. I am here as the “spectator” who loves to get involved in debating community had to say hello to everyone and good luck to everybody. hehe… its not a good argument… but i guess its just all the resume about what had been i touched in debate.

well… after i seen on many debate championship in Indonesia, i made a conclusion that the rule in Indonesian debating is getting wacky and messy. why i’ve supposed to say? let me bring you into a very “surfical” argument tee hee

the first thing is: they said they’re using australs debating system. okay, if you point it into a classical event like JOVED or IVED, yes indeed i can presumably my argue that it’s true :) but anyhow, when i seen on like inter faculty debating championship like was at my univ. i can’t said it was another australs system. okay, the system goes to australs, but all of the messy’s the system on the time point ain’t a natural australs. it’s looking as hybridation between asians system and australs. i can presume that is mix system (similar as NPDA). but my argument ain’t get point from coherency hehehe

the second: if it’s NPDA clone. it must be noted that for case building until replier still got a wrong time management. anyone who already knew about NPDA system? i believe you know it already. if you still confused with this system you better check on it (wikipedia-red). But i heard that another event like ALSA E-Comm were adopting WSDC system (World School Debating System) which are much complicated and like a mixture between asians and australs.  That’s fair enough… and i do not want to take any risky respons into this system because my focus are on it (the confussion system which are adopted by Indonesia) ^ ^

the reason why i conclude that’s confusing is…. look at my result:

they’re using on the same concept like australs has:

2 team each as affirmative (which proposites the motion) or negative (which opposites the motion) , never allowed to have a POI (point of information), restricted in debating, the adjudicators had the important role on it. and the time: for CB (case building) took 30 minutes (original 15 minutes), 1st speaker until 3rd speaker each team took 8 minutes (original 7 minutes), the replyer took 6 minutes (but on the original just 4 minutes). well if i compare it into NPDA: CB took for 15 minutes. 1st speaker of affirmative (NPDA called PC) team spend 7 minutes. 1st speaker of negative (OC) team, 2nd speaker of affirmative team until the end of negative team (3rd speaker) spend each 8 minutes. and the replyer on negative team spend 5 minutes but replyer on the affirmative team spend  6 minutes. but somehow, they’re using as the original one and on the another case, they’re rushing on their “new concept”.

basically, i’ve lost into a new invention from debating itself. but well… okay, thats just so obsolete arguments so anybody can tossess it aside as he/she wants. it depends you said my argue ain’t good as strong as the bulldozer passing on the broken road :)

okay, whatever it’s. it was a good one. and i really excited when i knew it (debate) was a good one. you could probably said that debate isn’t good but with english it’s really fun. but well… if you got involvement on it it would much delicious as you taste the salami or tiramisu (but i can’t say you have to be a eat-a-holic to be a debater :P)

so wanna close into a debate? why didn’t you join into a debate camps or debating communities which are spreading over the world (and basically on our country?) love it and somehow it’s not late. you’ve still join and compete in your will :)

okay… that’s all. oh… i am speechless… whadda… it made me exhausted. i wanna sleep after it… __ __”

bye bye crocodile ^ ^

semangat! bebaskan dia mengalir

Mengapa sih bakat mesti dipendam-pendam? bahkan ketika manusia makin menua, rasanya ego itu sampai mengalahkan ambisi seseorang. Ego untuk bersikap introvert, menutup diri dari dunia luar, lalu berpikir pada satu pusat pemikiran yakni hidup, mantu, manak, dan pensiun dengan aman hehe.
Jujur, di Indonesia memang hobi bukanlah nomor satu. ada orang yang pernah ngobrol dengan shino berkata, ”mau cari pekerjaan saja susah. apalagi yang berhubungan dengan hobi? bukannya tambah sukses, malah repot. yah, saya jadi pegawai saja sudah cukup baik. itung-itung mengabdi pada negara, meski hidup dalam keterbatasan.” sebenarnya bukan masalah jadi pegawai atau tidak. tapi masalahnya adalah terlalu dini memandang sinis kehidupan, seperti ceritanya bakal selesai saat itu juga.
Shino juga pernah punya pandangan sinis tentang hidup. Bahkan melihat blog ini yang perkembangannya memprihatinkan pun shino sempat pesimis. Lha wong bagaimana lagi? hidup di dunia penuh pesimisan. semuanya serba tidak bisa. semuanya serba terikat, semuanya serba harus ikuti regulasi yang ada. Kayaknya semua manusia itu hidup seperti diperkosa. Harus nurut ini dan itu. Jadilah semuanya kembar identik, gaya berbicaranya sama, gaya analisisnya sama, kacaunya pun sama. Ah, dunia seperti itu apa yang menarik?
Etika plagiatisme memang sebenarnya diperbolehkan untuk batasan-batasan tertentu, seperti anak muda yang ingin mencari jati diri atau seorang pemula yang ingin mengembangkan keahliannya. Namun bukan berarti kita harus ajeg pada padanan yang
sudah ada, seperti cerita horor yang harus ada pocongnya atau kuntilanak,
cerita percintaan yang harus ada adegan ciumannya dan adegan romantisnya, atau seorang deklamator yang bergayanya harus menggebu-gebu seperti Sukarno lengkap dengan jas putih setelan tren ala 50 an. Lebih dari itu, seharusnya kita mampu mengekspresikan hasil eksperimen kita terhadap citra yang ada sehingga kita mampu membangun citra bahwa itulah diri kita sebenarnya. Tapi harus diakui hal tersebut tidaklah mudah.
Shino sendiri dalam perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan dimana adanya sikap
acuh terhadap karya yang ditelorkan, respon yang menginginkan cita rasa yang sama dengan pendahulunya, ataupun tanggapan-tanggapan sinis yang sengaja dilayangkan maupun tidak. Tantangan tersebut bagi Shino merupakan hal yang wajar dan membuat Shino lebih bersemangat lagi untuk menunjukkan bahwa Shino bukanlah produk instan yang disukai orang tatkala sedang in dan ditinggalkan orang tatkala sudah out. Tentu saja membuat citra seperti itu susahnya bukan main. Mengatur bagaimana kita bersikap, melihat perkembangan yang ada, sampai dengan bagaimana kita menyiapkan hal-hal yang fresh namun berbobot. Semua masalah ini kompleks dan butuh pemikiran yang matang.
Oleh karena itu, semangatlah! bebaskan semua karyamu mengalir sebagaimana suara
hatimu berkata. Karena semua karya itu punya jiwa. Jiwa itu ada dalam hatimu, dan jiwa itu tidak akan hidup tanpa keinginanmu untuk membangkitkannya dalam keadaan mati suri itu. Akhir kata, selalu semangat untuk menerima suatu perubahan :)
best regards,
yus

Ente ane sumpehi Keffir ente!!!!

sekarang ini banyak yang bicara soal kompleksitas, pluralitas, efektifitas dan sitas sitas yang lainnya…

tentu saja hal ini membuat ente padhe bingung! ane aidhon bingung jiddan! so…

daripade ente ane sumpahi, mending ente pade bilang bahwa ente suka..

KEFFIR!

 

enak aja ente bilang ane

aku tidak menolak cinta mendengung

aku tidak menolak cinta mendengung

tatkala suara petir gemuruh membuatku termenung

kini hilang sepatah kata

menghimpun resah yang membasuh dada

aku tidak menolak cinta mendengung

tatkala peringai ku membuatmu bingung

karena ketika tabir membisu

yang ku katakan bukanlah bualan palsu!

tapi… toh cinta tetap mendengung

siapa yang bisa menolak? aku pun terpasung

dulu cinta kita padu, meski merayap semu, hanya dalam bisu

karena ku tahu engkau ingin berbagi madu dengan ku, bercerita kisah lucu

aku sesal, namun tiada timpal perkara

sudah lunas sudah. aku girang, bahagia, tiada tara:

semoga kelak, bahtera yang engkau buat bersamanya

kan berlabuh kokoh dalam samudera kehidupan

Berharap Tuhan Menjadikannya sebagai Bidadari di Surga

ini merupakan kisah nyata, dari seseorang yang pernah bertegur sapa dengan saya……

semoga kisah ini ada hikmahnya bagi para blogger/pengunjung semuanya

Lanjutkan membaca ‘Berharap Tuhan Menjadikannya sebagai Bidadari di Surga’

Halaman Berikutnya »


rodi rodi

Juli 2008
M S S R K J S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Dengan bangga menjatakan bahwa Shinobi adalah:

haruhiism