bunga

kumerindukan bunga,

karena layu

dan dahan yang tiada bersokong

rapuh

waktu pun ikut bersahut,

“tunggulah semi”

perlukah?

2 Responses to “bunga”


  1. 1 mina Juni, 15, 2007 pukul 4:16 am

    bunga?
    hm, coba saya tafsirkan puisi ini ya…
    ini mungkin perasaan sang penulis (bung yus) yang merindukan seseorang (wanita tentunya). Tapi sang bunga mengatakan untuk menunggu saja hingga waktunya tiba…

    gitu kah?

    saya tak bisa menafsirkan puisi, suka salah terus.. T__T
    tapi puisi ini bagus, loh! singkat tapi bagus. pesan dan kesannya terasa banget!

    buat lagiiiii😄

    OOT: jangan panggil mina-sensei dong, kesannya saya hebat bgt gitu kayak ke guru sampai harus bilang sensei…. o.O
    ya, bilangnya teteh saja kalo anda lebih muda mah.

  2. 2 shinobigatakutmati Juni, 21, 2007 pukul 3:07 pm

    hehe ya begitulah ^ ^ menunggu memang pekerjaan yang membosankan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




rodi rodi

Juni 2007
M S S R K J S
« Mei   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Dengan bangga menjatakan bahwa Shinobi adalah:

haruhiism

another artwork:

my photobucket


%d blogger menyukai ini: