Sambil menunggu meres susu

Habitat asli sapi Holstein di Holland memang beda

dengan kondisi Indonesia. Kondisi disini mencakup :
iklim, fauna dan vegetasi sebagi pensuplai nutrient
(pakan). Dari azbabul nuzulnya, pure Holstein memang
kurang comfort bila dipaksa tinggal dan bermukim di
negeri kita. Kalau dipaksa, tentu bisa bertahan hidup,
karena Holstein memang punya daya adapatasi yg cukup
baik. Tapi bertahan hidup saja tentu tidak cukup.

hmm, coba saja pikirkan lagi:

kalau dipaksa sapi perah Indonesia untuk keluar
20Lt/hari, yang merah kasihan bisa disepak sama
sapinya hehehe.

Memang angka 20Lt/hari hampir menjadi angka
keramat di Indonesia. Di Australia, kalau kurang dari
30Lt sudah jadi empal. Tapi kalau kita melihat
sisi lain, misalnya nilai tambah yang diperoleh oleh
peternak (kecil) dari hasil penjualan pedet untuk
sapi potong mungkin akan berimbang. Mungkin bisa
dilihat lagi cara kalkulasi penggemukan sapi yang
ada di Trubus tahun antah berantah mungkin awal
90-an.

Karena kondisi kelembaban udara yang kurang
menguntungkan, selain itu kualitas pakan juga masih
bersaing dengan manusia.

Untuk di Indonesia, sapi perah biasanya dipelihara
dengan penyediaan pakan yang tidak maksimal.
Penyediaan rumput berkualitas rendah tidak cukup
untuk mensuplai kebutuhan energi untuk hidup pokok.
Setelah kebetuhan hidup pokok terpenuhi maka ternak
baru akan menggunakan suply energinya untuk
meproduksi susu. Jadi ada korelasi yang sangat
signifikan antara pakan dan poduksi susu disamping
dukungan faktor genetik

Dari pengamatan saya terhadap produksi susu sapi
perah di negara bagian Victoria-Australia terutama
saat musim panas di mana suhu udara pada bulan
Desember-February rata-rata rendahnya 25oC, tapi
sering melonjak sampai di atas 30oC bahkan kalau
lagi kumat bisa sampai 45oC (Di Indonesia sulit
mencari tempat dengan suhu 45oC). Tidak nampak
penurunan yang sangat signifikan.

Memang nampaknya kebijakan pemerintah untuk
menyediakan daging dan susu bagi masyarakat belum
benar-benar berpihak pada seluruh rakyat. Sebab
harga daging dan susu yang terus melonjak.

Solusinya?

Max Dowell, ahli genetik sapi perah dari Cornell
pernah diundang dlm international Holstein Seminar di
UNPAD. Beliau menyarankan, the most suitable dairy
cattle
untuk negara tropis seperti Indo adalah dengan
proporsi 75% pure holstein blood dan 25% indigenous
blood.

Kebijakan Dowell ini memang banyak diamini oleh
negara2 tropis di Amerika latin. Hasilnya..? Kapasitas
produksi Holstein silangan ini tentu tidak sebagus
Holstein aslinya, tapi sapi hybreed ini kampiun dalam
mempertahankan diri terhadap sengatan panas dan
kelembaban yg tinggi, tahan terhadap serangan serangga
dan parasit. Lebih2 lagi, mikroba rumen yg hidup
didalamnya juga mampu mencerna vegetasi yang khas
untuk daerah tropis, yg notabene mengandung serat dan
lignin yang tinggi. Ukuran tubuhnya yang lebih
ramping, juga lebih pas utk daerah tropis.

Pertanyaanya?
Mengapa pemerintah harus mengambil kebijakan untuk
selalu import pure Holstein? Di Australia sudah ada
hybreed sapi perah, yg sengaja disiapkan untuk target
pasar negara tropis. Ada Australian friesian Sahiwal,
Australian Milking Zebu, dll. Atau, kenapa tidak coba
breed baru yang lebih kecil dan ramping seperti
Ayrshire?

best regards,

7 Responses to “Sambil menunggu meres susu”


  1. 1 hideyoshi Juli, 16, 2007 pukul 6:58 pm

    he, masalah susu sapi ya……

    he, akhir2 ini aku malah banyak belajar tentang air susu manusia, heee.

    bukan mikir ngeres, tp aku kmaren ngetikin proposal Karya Tulis Ilmiah temen yang jurusan D3 Kebidanan, tentang ASI

    OOT ding, sori, hehe😀.

    Tunggu sampe di Indonesia sapinya di kasih makan hamburger, mungkin bisa nyampe 50 liter perhari susunya😀

  2. 2 shinobigatakutmati Juli, 17, 2007 pukul 11:28 am

    wah kalo sapi dikasih hamburger, stoknya berapa tuh? peternaknya ganti makan rumput apa yah? huehehehhe😛

  3. 3 klikharry Juli, 19, 2007 pukul 9:18 am

    tau nih..harga susu lagi tinggi…

  4. 6 blackclaw Juli, 21, 2007 pukul 9:06 pm

    ya… ya.. yaaa….

    SHINOBI GATAKUT SAPI…

  5. 7 shinobigatakutmati Juli, 29, 2007 pukul 10:03 am

    thx atas komennya😀

    sebenarnya solusi yang baik untuk negara ini spt apa yah?

    @hideyoshi: yup, yg buat mas somet. cuman gara2x lupa password jadinya yah spt itu ^ ^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




rodi rodi

Juli 2007
M S S R K J S
« Jun   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Dengan bangga menjatakan bahwa Shinobi adalah:

haruhiism

another artwork:

my photobucket


%d blogger menyukai ini: