semangat! bebaskan dia mengalir

Mengapa sih bakat mesti dipendam-pendam? bahkan ketika manusia makin menua, rasanya ego itu sampai mengalahkan ambisi seseorang. Ego untuk bersikap introvert, menutup diri dari dunia luar, lalu berpikir pada satu pusat pemikiran yakni hidup, mantu, manak, dan pensiun dengan aman hehe.
Jujur, di Indonesia memang hobi bukanlah nomor satu. ada orang yang pernah ngobrol dengan shino berkata, “mau cari pekerjaan saja susah. apalagi yang berhubungan dengan hobi? bukannya tambah sukses, malah repot. yah, saya jadi pegawai saja sudah cukup baik. itung-itung mengabdi pada negara, meski hidup dalam keterbatasan.” sebenarnya bukan masalah jadi pegawai atau tidak. tapi masalahnya adalah terlalu dini memandang sinis kehidupan, seperti ceritanya bakal selesai saat itu juga.
Shino juga pernah punya pandangan sinis tentang hidup. Bahkan melihat blog ini yang perkembangannya memprihatinkan pun shino sempat pesimis. Lha wong bagaimana lagi? hidup di dunia penuh pesimisan. semuanya serba tidak bisa. semuanya serba terikat, semuanya serba harus ikuti regulasi yang ada. Kayaknya semua manusia itu hidup seperti diperkosa. Harus nurut ini dan itu. Jadilah semuanya kembar identik, gaya berbicaranya sama, gaya analisisnya sama, kacaunya pun sama. Ah, dunia seperti itu apa yang menarik?
Etika plagiatisme memang sebenarnya diperbolehkan untuk batasan-batasan tertentu, seperti anak muda yang ingin mencari jati diri atau seorang pemula yang ingin mengembangkan keahliannya. Namun bukan berarti kita harus ajeg pada padanan yang
sudah ada, seperti cerita horor yang harus ada pocongnya atau kuntilanak,
cerita percintaan yang harus ada adegan ciumannya dan adegan romantisnya, atau seorang deklamator yang bergayanya harus menggebu-gebu seperti Sukarno lengkap dengan jas putih setelan tren ala 50 an. Lebih dari itu, seharusnya kita mampu mengekspresikan hasil eksperimen kita terhadap citra yang ada sehingga kita mampu membangun citra bahwa itulah diri kita sebenarnya. Tapi harus diakui hal tersebut tidaklah mudah.
Shino sendiri dalam perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan dimana adanya sikap
acuh terhadap karya yang ditelorkan, respon yang menginginkan cita rasa yang sama dengan pendahulunya, ataupun tanggapan-tanggapan sinis yang sengaja dilayangkan maupun tidak. Tantangan tersebut bagi Shino merupakan hal yang wajar dan membuat Shino lebih bersemangat lagi untuk menunjukkan bahwa Shino bukanlah produk instan yang disukai orang tatkala sedang in dan ditinggalkan orang tatkala sudah out. Tentu saja membuat citra seperti itu susahnya bukan main. Mengatur bagaimana kita bersikap, melihat perkembangan yang ada, sampai dengan bagaimana kita menyiapkan hal-hal yang fresh namun berbobot. Semua masalah ini kompleks dan butuh pemikiran yang matang.
Oleh karena itu, semangatlah! bebaskan semua karyamu mengalir sebagaimana suara
hatimu berkata. Karena semua karya itu punya jiwa. Jiwa itu ada dalam hatimu, dan jiwa itu tidak akan hidup tanpa keinginanmu untuk membangkitkannya dalam keadaan mati suri itu. Akhir kata, selalu semangat untuk menerima suatu perubahan🙂
best regards,
yus

1 Response to “semangat! bebaskan dia mengalir”


  1. 1 Malecious Genius Februari, 27, 2008 pukul 12:22 am

    wew salut deh ma kakek yg atu ni. bangga nih cucu ma kakek.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




rodi rodi

Februari 2008
M S S R K J S
« Jan   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
242526272829  
Dengan bangga menjatakan bahwa Shinobi adalah:

haruhiism

another artwork:

my photobucket


%d blogger menyukai ini: