Archive for the 'tentang peternakan' Category

berapa kamu butuh protein setiap harinya?

salah satu sumber protein hewani

setiap hari kita butuh kandungan nutrisi yang cukup. tentu saja hal tersebut berguna agar tubuh kita tidak terganggu kinerjanya.ngomongin soal protein, sudah banyak yang tau dong kalo protein itu peran utamanya dalam hal regenerasi sel sebagai zat pembangun. nah, kalo protein kita ga cukup, berarti pertumbuhan kita juga ikut terhambat dong?

tapi darimana kita tahu kalau kebutuhan protein kita ini mencukupi atau tidak? nah ini permasalahannya. kadang kita lupa loh, kebanyakan makan eh tapi kebutuhan protein bagi tubuh dilupakan. ini sudah banyak kasus, dimana orang paling doyan mengemil makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak yang tinggi dibanding proteinnya hehehe.

karbohidrat jelas saja diminati, karena dia itu memang sumber energi yang utama, juga punya rasa yang manis. gula adalah salah satu contoh yang mengandung karbohidrat. sedangkan lemak pasti diminati karena bikin kenyang yah?

oke, sekarang kembali ke protein. ada cara simpel mengukur berapa protein yang kita butuhkan setiap harinya yaitu dengan menghitung berat badan

yupz, berat badan kita diibaratkan 1kg sama dengan 1gr protein per hari.

jadi jika kita berat badannya 60kg berarti kebutuhan proteinnya sebesar 60gram per hari loh

untuk protein hewaninya, kita ibaratkan seperempat dari kebutuhan protein perharinya. jadi jika dengan contoh di atas, berarti kebutuhan protein hewaninya sebesar seperempatnya yaitu 15 gram per harinya.

untuk kebutuhan protein ternaknya, kita ibaratkan sepertiga dari kebutuhan protein hewani per hari. jadi dengan contoh di atas, berarti kebutuhan protein ternaknya sebesar 5 gram per harinya.

sedangkan untuk protein nabatinya, ya tinggal selisih antara kebutuhan protein per harinya dengan protein hewani per harinya saja.

hal tersebut nantinya bisa kita ukur seberapa banyak sih misalnya produk peternakan yang kita butuhkan agar protein kita tercukupi.

contohnya saja nih, misalnya telur yang bobotnya 35 gram dengan kandungan protein telur sebesar 2,7% berapa butir telur yang kita perlukan dalam sehari agar kandungan protein kita tercukupi?

berarti tinggal kita hitung besarnya kandungan protein telur dari 35 gram telur tersebut, yaitu dengan 2,7%nya dari 35 gram. maka akan didapatkan 0,945 gram.

maka banyaknya butir telur yang kita perlukan adalah protein ternak yang dibutuhkan per hari dibagi besarnya kandungan protein telur dari 35 gram telur tersebut yaitu 5 gram dibagi 0,945 gram maka sebesar 5 – 6 butir telur setiap harinya deh 😉

nah gimana? hal tersebut juga berlaku bagi produk peternakan lainnya ^ ^

mari sejahterakan hidup kita ^ ^

cara ngerawat kura2?

Kalo cara ngerawat kura2 brazil itu gimana, ya? Punya gw udah dirawat baik2 tp cuma tahan 1 bln. (Hyorinmaru

jawab :

ow… kura2x itu makanannya ngga bandel. cukup dikasih sayur2x an aja udah hidup kok. tapi kalo mau lebih karena kelebihan dana, kasih aja makanan ikan atau yang lain. perhatikan juga tempatnya. kura2x kecil tergantung tipenya apa. ada yang senang di darat ada yang senang di air. kalo dia tipenya di darat, airnya jangan terlalu penuh. tempat yang lebar pasti dia senang. sering2x ajak main. biarkan dia jalan2x di darat (teras minimal deh), untuk melatih otot kakinya.

kalo dia senang di air, beri dia air lebih. tapi jangan terlalu penuh, kasihan soalnya butuh nafas juga. kemudian kasih dia permainan. setidaknya ajak dia nongol di permukaan air, sehingga bisa melatih dia sekaligus menyenangkan dia.

air diganti minimal seminggu sekali.

jangan lupa, sering sikat ya kura2xnya. tempurungnya itu loh! seperti kita yang pake mandi. kura2x juga butuh mandi

yang terakhir namun paling jitu: telaten! ok?

wa punya kura2x. lumayan gede sekarang ^ ^ udah wa kasih kakak. lumayan buat nemenin main ahahaha

salam

kambing dan domba

Domba dan kambing, meskipun sama-sama small ruminants namun memiliki perbedaan yang mencolok. yah, jika diusut mulai dari asal-usulnya saja, domba dan kambing berbeda. Domba, dalam lingkungan kelompok merupakan binatang yang sangat senang berkelompok. berbeda dengan kambing, yang konon berasal dari daerah pegunungan. Kambing itu makhluk soliter, namun begitu kepintarannya jangan dipandang sebelah mata. dan dengan demikian, domba merupakan hewan yang kurang cerdas dong?

Mungkin bisa dibilang begitu. Konon, istilah leadership berasal dari kata leader yang berarti “memimpin” dan sheep yang berarti “domba”. ada suatu pendapat bahwa kegiatan memimpin domba ini merupakan kegiatan yang paling merepotkan, karena domba yang berkerumun sulitnya lebih daripada memimpin satu garnisun. memimpin domba yang bisa dibilang menggembala domba inilah yang kemudian bagi para ahli teologi dipandang sebagai sebagian langkah dari prophechy.

Yah, setidaknya itu intermezo saja. btw, saya akan sedikit mengulas mengapa saya bilang domba dan kambing itu beda? oke, kita mulai inspectionya. dilihat dari bentuk ekor, domba hampir sama dengan hewan lainnya, ekor menggantung ke bawah. sedangkan kambing ekornya tegak ke atas dan pendek. Sebenarnya dari ciri ekor ini, domba dapat dengan mudah diamati kapan dia stress, kapan dia birahi, dan kapan dia sakit. soalnya kalau sedang birahi, ekor akan tegang mengangkat ke atas, dan apabila sakit ekor terkadang diantara kedua paha. tentu saja bagi kambing, birahi maupun tidak ekornya tetap ke atas.

domba memiliki rambut tebal yang bernama wool. dari fungsinya saja, wool ini digunakan domba untuk melindungi tubuhnya dari rasa dingin iklim subtropis. maka bisa dipastikan, bahwa nenek moyang domba setidaknya berasal dari benua atau daerah yang beriklim subtropis. kadangkala kita bingung, mengapa ada domba garut di indonesia ini? suatu teori yang belum diketemukan hingga sekarang, terasa sebagai missing link tentang kebenaran apakah domba juga berasal dari daerah tropis? bila dikaitkan dengan fungsi dari wool sendiri, maka akanlah tidak berguna jika wool tetap tumbuh di iklim tropis. bagaimana tidak? ibarat memakai baju yang terbuat dari wool, wool pastinya panas bila dipakai di iklim seperti ini.

Bagaimana dengan kambing? tentu saja wool tidak diperlukan bagi dia. konon, dan sampai sekarang setidaknya diketahui bahwa kambing memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Hal ini tentu saja memudahkan saat domestikasi, dimana peternak tidak kesulitan untuk membiasakan kambing di suatu daerah. kadang kala karena kemampuan adaptasinya yang tinggi pula, kambing mempunyai kebiasaan lamanya yang kadang timbul meskipun telah dibiasakan untuk berlaku sebaliknya. kebiasaan untuk memanjat ke tempat yang lebih tinggi, misalnya, tidak akan pernah hilang. dan tentu saja, bila peternak yang cerdas maka kebiasaan ini bisa dijadikan sebagai suatu olahraga tersendiri bagi kambing.

cara makan domba adalah grazing (merumput), berbeda dengan kambing yang senang meranggas (memakan ramban, browse, leguminosa, dan tetanaman yang agak lebih tinggi darinya). grazing domba adalah 2 kali panjang tubuhnya dan pola grazingnya. sedangkan kambing, meskipun disediakan pakan di tempat pakan namun kebiasaan meranggasnya tetap ada (ini mungkin sebagai efek dari tingkat adaptasi yang tinggi). oleh karena itu, kadangkala perlakuan pemberian pakan yang agak lebih tinggi atau seukuran dengan leher kambing diterapkan agar kambing tersebut nyaman. meskipun demikian, tidak semua peternak menerapkan sistem ini.

Kambing, pada saat birahi/kawin juga pada pejantannya memiliki kelenjar yang menghasilkan bau yang kadangkala kita bilang ini merupakan bau khas kambing. weleh…. yah bagaimanapun kambing memang demikian kan? sebenarnya, baik hewan small ruminants maupun large ruminants memiliki kemampuan untuk menghasilkan gas feromon bagi sang betinanya. gas ini berfungsi menarik pejantan untuk kawin. konon, gas ini mampu meningkatkan libido pejantan, sehingga pejantan yang menciumnya akan tergoda…. hmm, apakah tingkah laku seperti ini juga dialami oleh manusia? (just kidding). bagaimana dengan domba? pengetahuan saya masih belum sampai sana. masih butuh beberapa pengamatan lagi.

masalah tanduk, oke ada perbedaan disini. tanduk domba cenderung melingkar ke arah belakang (ke dekat tubuh) dan kadangkala ke arah dalam. sebenarnya tanduk domba ini bila dilihat berbahaya sekali, karena sebagian bangsa domba ada yang tumbuhnya tebal sampai-sampai mendekati dagingnya. tentu saja, penanganan tanduk ini perlu dilakukan, karena bila dibiarkan lebih lanjut akan membahayakan keselamatan si domba. bagaimana dengan kambing? tanduk kambing lebih mengarah ke atas dan melingkar kearah depan. bagi bangsa kambing yang masih galur murni, maka akan tampak bahwa tanduknya besar-besar sebagai pertanda suatu adaptasi mempertahankan diri yang tinggi.

nah, dari sekelumit penjelasan tersebut, ada gambaran kan? yah, kadangkala kita sering menyamakan domba dengan kambing. sekarang kita setidaknya mengetahui perbedaan. meskipun demikian, mereka hampir memiliki kesamaan dalam hal fisiologisnya. karena itu kadangkala dalam penelitian ukuran keduanya dianggap sepadan. oke, segitu saja dari saya. semoga ada manfaatnya.mohon maaf bila ada kekurangannya.

bawor


rodi rodi

Desember 2017
M S S R K J S
« Mei    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Dengan bangga menjatakan bahwa Shinobi adalah:

haruhiism

another artwork:

my photobucket